Dibanggakan Jadi Pahlawan Liverpool, Dan Klubnya West Ham Tak Ingin Melepasnya!

Berita terbaru datang dari pahlawan Liverpool baru-baru ini. Dan Manuel Pellegrini ikut senang melihat pemain yang sudah berusia 32 tahun, dengan nama lengkap Adrián San Miguel del Castillo dimana dirinya bisa langsung membuat dampak di Liverpool. Dan harapan tentang dirinya sesuai dengan kenyataan. Namun, sang manajer sebenarnya ingin mempertahankan sang kiper di West Ham.

Adrian meninggalkan The Hammers pada akhir musim lalu dan bergabung dengan Liverpool secara gratis. Ia menggantikan Simon Mignolet di klub sebagai pelapis Alisson yang baru-baru ini mengalami cedera.

Namun, cedera yang dialami Alisson di pertandingan pembuka Premier League melawan Norwich City dinilai menjadi sebuah kesempatan buat Adrian. Kiper asal Spanyol itu langsung diplot sebagai kiper utama The Reds.

Dan pada starter pertamanya untuk Liverpool, Adrian menjadi pahlawan timnya dalam pertandingan Piala Super Eropa melawan Chelsea. Ia berhasil menepis tendangan dari sang pemain lawan, Tammy Abraham dalam adu penalti di Istanbul. Sampai akhirnya Liverpool memperoleh kemenangan.

Pellegrini Senang

Adrian tercatat hanya bermain di kompetisi piala saja pada musim lalu karena Lukasz Fabianski menjadi kiper utama West Ham. Namun, Pellegrini ikut merasakan gembira dan juga senang dengan pencapaian pemain berusia 32 tahun itu di klub barunya.

“Saya bahagia untuknya karena dia bermain selama bertahun-tahun di West Ham,” kata Pellegrini.

“Dia kiper yang sangat bagus.” ujarnya kembali.

Tak Ingin Lepas Adrian

Pellegrini mengatakan dengan jujur jika dirinya ingin mempertahankan Adrian di West Ham. Namun, kedua belah pihak harus berpisah karena tidak bisa menemukan kesepakatan mengenai kontrak baru.

“Untuk alasan yang berbeda, dia tidak bisa menemukan kesepakatan untuk melanjutkan di sini. Kami menginginkannya di sini karena dia bukan hanya penjaga gawang yang bagus, dia juga pemain yang bagus untuk skuat.” ujarnya.

“Dia memiliki beberapa masalah di awal musim, jadi bergabung dengan Liverpool dan menunjukkan penampilan ini, saya sangat bahagia untuknya.”

Enam Tahun Di West Ham

Lamanya Adrian berhasil menghabiskan enam tahun di West Ham. Ia tercatat sebagian besar beroperasi sebagai kiper pilihan pertama klub sebelum kedatangan Lukasz Fabianski pada tahun 2018 kemarin.

Mantan pemain Real Betis itu juga kabarnya akan kembali mengawal gawang Liverpool saat melawan Southampton pada akhir pekan ini karena di lihat Alisson juga belum sembuh dari cederanya. Sampai kabarnya manajer Jurgen Klopp juga sudah mengkonfirmasi kalau Alisson akan absen selama beberapa pekan dan sebagai gantinya ia akan memakai Adrian lagi.

Arsenal Mencari Sosok Koscielny, Dan Menemukan Di David Luiz

Baru-baru ini terungkap alasan Arsenal membeli bek senior yang sudah berusia 32 tahun, seperti David Luiz dan mulai bisa dipahami. The Gunners mungkin memang mencari sosok bek senior yang bisa menggantikan pemain berusia 33 tahun, Laurent Koscielny.

Luiz merupakan salah satu kejutan besar pada deadline day Premier League pekan lalu. Skuad Unai Emery memang masih mencari bek tengah, tapi tidak ada yang menyangka pencarian itu berakhir dan jatuh ke David Luiz.

Luiz memang masih belum bermain, tapi dia diyakini dan juga percaya diri bisa meningkatkan kualitas pertahanan Arsenal. Secara jika di lihat memang pengalaman Luiz bisa membantu meningkatkan kepercayaan diri barisan bek Arsenal.

Lalu kira-kira, bagaimana Luiz bakal meningkatkan kekuatan Arsenal? simak sampai habis artikel ini ya.

Pengalaman Luiz

Jika kita flashback, ada mantan bek Liverpool, Jamie Carragher mengaku bukan penggemar berat David Luiz. Namun, dia tahu Luiz yang sekarang masih punya potensi. Pengalaman Luiz bakal membuatnya mudah beradaptasi dengan permainan Arsenal. Dan di harapkan Luiz bisa mewujudkan prestasi tersebut.

“Saya bukan penggemar berat David Luiz. Orang-orang mungkin sudah memahami itu dalam beberapa tahun terakhir,” kata Carragher dikutip dari Metro.

“Saya kira pada beberapa kesempatan dia tampil lebih baik dari pendapat banyak orang. Jangan lupakan bahwa dia pernah bermain sebagai bek tengah dalam formasi tiga bek yang pada akhirnya meraih gelar juara Premier League di bawah Antonio Conte.”

“Dia sangat disiplin pada saat itu dan saya kira dia membantu Chelsea jadi juara, menjadi bagian dari tiga bek,” lanjutnya.

Perspektif Arsenal

Informasi lebih lanjut lagi, Carragher mengaku bisa memahami alasan Arsenal membeli Luiz. The Gunners memang sudah kehilangan Laurent Koscielny. Dan tidak bisa di pungkiri jika mereka membutuhkan sosok pengganti yang juga kaya pengalaman dan Arsenal menemukan Luiz adalah pilihan yang tepat dan memang Luiz yang dibutuhkan oleh klub.

“Saya benar-benar bisa memahaminya dari perspektif Arsenal. Mereka sudah kehilangan Koscielny yang merupakan pemain berpengalaman dan saya sangat kecewa melihat Koscielny pergi,” imbuh Carragher.

“Saya kira mereka sudah kehilangan pemain berpengalaman dan mendatangkan pemain berpengalaman lainnya, transfer ini tak membuat Arsenal mengeluarkan banyak uang,” tutupnya.

Ambisi Trofi Kedua Liverpool, Akankah Chelsea Jadi Korban?

Baru-baru ini berita datang dari Liverpool dimana klub ini sudah tidak sabar meraih trofi kedua mereka dan diikuti dengan trofi-trofi berikutnya. The Reds ingin membuktikan bahwa perkembangan mereka masih terus berlanjut dan tidak berhenti sampai situ saja.

Pasukan dibawah tangan pelatih Jurgen Klopp memasuki musim 2019/20 dengan menyandang status juara Liga Champions. Trofi itu merupakan trofi pertama Liverpool di era Klopp, dan trofi tersebut merupakan yang sangat spesial.

Biar begitu, skuad Liverpool menyadari trofi kedua juga tak kalah penting dari trofi pertama. Trofi kedua adalah bukti bahwa mereka masih kuat dan masih layak bersaing merebut trofi-trofi berikutnya atau trofi lainnya.

Dan saat ini, kesempatan meraih trofi itu ada di depan mata dan harus di perjuangan dengan keras agar hasil akhir sesuai dengan harapan.

Trofi Kedua Liverpool

Pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019 pukul 02.00 WIB, Liverpool bakal bertarung dengan Chelsea pada ajang UEFA Super Cup 2019 di Vodafone Arena, Turki. Meski laga itu tidak sepenting Premier League atau Liga Champions, Liverpool tetap mengincar gelar juara. Dan Liverpool sangat percaya diri klubnya bisa menang, menurut prediksi yang di beritakan juga Liverpool akan unggul saat nanti melawan Chelsea.

“Sekarang kami ingin meraih lebih banyak trofi, kami tidak ingin berhenti hanya di Liga Champions, hanya itu yang kami tegaskan sebagai satu tim,” kata bek Liverpool, Andrew Robertson di Liverpoolfc.com.

“Kami ingin meraih lebih banyak trofi tetapi kami tahu betapa sulitnya itu. Inilah [Piala Super Eropa] kesempatan kami berikutnya dan bakal hebat jika kami berhasil mendapatkannya.” Ujarnya kembali.

Musim Sibuk

Jika memang benar pada akhirnya Liverpool berhasil meraih trofi tersebut, Robertson menjamin rekan-rekan setimnya tidak akan kehilangan ambisi. Musim ini bakal jadi musim yang sibuk untuk Liverpool dan itu sudah di prediksi Liverpool pun sangat percaya diri.

“Ini adalah awal dari musim yang sibuk untuk kami. Ambisi kami adalah untuk melaju kencang sampai akhir musim ini dan dengan demikian kami akan menghadapi lebih banyak final,” lanjut Robertson.

“Karena itulah kami harus tetap fokus, laga ini adalah laga besar untuk kami dan semoga kami bisa memenanginya,” tutupnya.

AS Roma Berhasil Perpanjang Kontrak Nicolo Zaniolo, Untuk Mengamankan Dirinya Dari Klub MU Dan Real Madrid

Raksasa Serie A, AS Roma baru-baru ini mengumumkan bahwa pihaknya telah resmi memperpanjang kontrak dari bintang muda yang baru berusia 20 tahun, Nicolo Zaniolo.

Lewat kaman resmi mereka, Roma menyatakan bahwa pemain muda tersebut juga sepakat menandatangani kontrak baru yang berdurasi lima tahun lamanya atau hingga 30 Juni 2024 mendatang.

Kontrak baru ini diberikan resmi oleh Roma kepada Zaniolo guna memagari pemain 20 tahun tersebut dari kejaran sejumlah raksasa Eropa, mulai dari Juventus, Manchester United, hingga Real Madrid yang sudah lama mempunyai ketertarikan dengan dirinya.

Kebahagiaan Zaniolo

Pendapat yang di berikan Zaniolo pun merasa juga jika dirinya senang dengan kontrak baru ini. Ia sendiri pun berjanji akan membayar kepercayaan yang telah diberikan Roma karena mengamankan dirinya untuk terus berada di klubnya, dan tentunya dengan penampilan impresif di atas lapangan.

“Setahun lalu bergabung dengan Roma adalah keputusan yang mudah, dan hari ini lebih mudah lagi, setelah satu musim yang membuat saya jatuh cinta dengan tim dan kota ini,” ujar Zaniolo.

“Saya ingin berterima kasih pada klub karena telah memberikan kesempatan bagi saya untuk lebih mendekatkan diri lagi dengan klub ini, hal inilah yang benar-benar saya inginkan,” imbuhnya.

Karier Zaniolo

Jika kita bisa flashback sedikit soal nama Zaniolo dimana dirinya, mulai meroket ketika ia tampil memukau bersama tim Primavera Inter Milan. Lalu sampai musim panas tahun lalu ia hijrah ke AS Roma dan sebagai bagian dari kesepakatan transfer Radja Nainggolan.

Tidak perlu membutuhkan waktu yang lama karena, Zaniolo pun langsung mampu mengambil hati para tifosi Roma berkat performa luar biasa di usianya yang masih sangat belia.

Zaniolo berhasil di kenal menjadi pemain Italia termuda yang mencetak dua gol dalam satu laga Liga Champions, tepatnya ketika ia dua kali membobol gawang Porto.

Penampilan impresif yang ditunjukkan Zaniolo membawanya dipanggil ke tim nasional Italia. Hingga kini ia sudah mencatatkan dua caps. Jadi tidak heran jika beberapa klub kelas tinggi sangat inginn memboyongnya.

Walapun Solskjaer Pastikan Manchester United Kehilangan Eric Bailly Hingga Akhir Tahun, Ia Yakin MU Bisa!

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa bek andalannya berusia 25 tahun, Eric Bailly harus absen cukup lama akibat cedera lutut yang ia alami baru-baru ini.

Bailly mendapat cedera lutut ini dalam laga turnamen pramusim International Champions Cup kontra Tottenham Hotspur di Tiongkok pekan lalu.

Bailly pun sampai harus menjalani operasi lutut yang akan di laksanakan pada hari Selasa tanggal 30 Juli 2019 pagi waktu Manchester. Sebagai konsekuensinya, jelas bek internasional Pantai Gading itu harus menepi untuk menjalani masa pemulihan. Dan MU diharapkan untuk bersabar menunggu proses tersebut.

Pernyataan Solskjaer

Solskjaer sebagai pelatih mengungkapkan kabar terbaru soal Bailly dalam konferensi pers usai laga pramusim kontra klub Norwegia, Kristiansund, pada hari Rabu tanggal 31 Juli 2019 dini hari WIB.

“Dia [Bailly] telah menjalani operasi. Dia akan melewatkan bagian terbaik dalam empat atau lima bulan. Semoga kami bisa kembali memilikinya sekitar Natal nanti,” ujar Solskjaer seperti dikutip laman resmi klub.

“Operasinya memberikan kabar yang positif, dia menjalani operasi tersebut pada pagi ini. Dia berada dalam kondisi positif, lututnya sudah diperbaiki dan dia akan baik-baik saja,” tambahnya.

Kemenangan Manchester United

Manchester United sendiri sukses meraih kemenangan dengan skor tipis 1-0 ketika menghadapi Kristiansund. Gol tunggal kemenangan Setan Merah dicetak Juan Mata lewat eksekusi penalti.

Tentunya kemenangan ini membuat United sukses menyapu bersih kemenangan dalam lima laga pramusim yang sudah mereka jalani. Sebelum mengalahkan Kristiansund, United lebih dulu menang atas beberapa klub lainnya seperti, Perth Glory, Leeds United, Inter Milan, dan Tottenham Hotspur.

Selanjutnya, Manchester United menyisakan tinggal satu pertandingan pramusim lagi, yakni melawan AC Milan di Principality Stadium, Cardiff yang akan di laksanakan pada tanggal 3 Agustus 2019 mendatang. Tentu besar harapan pelatih dan juga para fans agar MU bisa merebut kemenangan tersebut. Kita tunggu saja ya Bolaneters!

Alasan Gareth Bale Absen Di Audi Cup

Gareth Bale tak diikutkan dalam skuat Real Madrid saat berpartisipasi dalam ajang pramusim Audi Cup baru-baru ini. Sang pelatih, Zinedine Zidane, sudah memiliki alasan untuk menjawab pertanyaan media soal ini.

Klub berjuluk Los Blancos langsung menelan kekalahan pada laga pertamanya di Audi Cup yang digelar pada hari Selasa tanggal 30 Juli 2019 kemarin. Gol tunggal Harry Kane membuat Real Madrid kalah tipis 0-1 dan gagal berpentas pada babak final.

Pelatih Zidane menurunkan skuat penuhnya pada pertandingan tersebut dan menggunakan formasi 4-4-2. Nama-nama tenar menghiasi starting line-up hingga bangku cadangan. Tapi di antara mereka semua tak ada Gareth Bale yang sempat mencetak gol pada satu laga pramusim.

Bale menarik perhatian karena menyumbangkan namanya di papan skor kala bertemu Arsenal di ajang International Champions Cup. Aksi pemain tersebut bahkan sempat mengundang rumor bahwa dirinya akan bertahan di Santiago Bernabeu namun untuk jangka waktu yang belum diketahui .

Alasan Bale Absen

Sayang sekali namanya justru tak disertakan dalam skuat Madrid untuk berpentasi di ajang Audi Cup. Banyak orang percaya bahwa keputusan ini merupakan bagian dari drama perseteruan antara Bale dan sang pelatih, Zinedine Zidane.

Awal berita ini beredar pelatih Madrid Zidane sempat mengundang kontroversi karena mengungkapkan harapannya ingin melihat Bale pergi. Pria asal Prancis tersebut sudah menyatakan klarifikasi atas komentarnya dulu itu, namun hal tersebut tidak dapat dilupakan oleh diri seorang Gareth Bale serta media yang meliput pada saat itu.

Kondisi semakin buruk setelah Bale dipastikan batal bergabung dengan klub asal Tiongkok, Jiangsu Suning. Publik yakin bahwa Bale enggan ikut serta dalam skuat Madrid karena permasalahan itu, tapi Zidane punya alasan lain atas masalah tersebut.

“Bale tidak ikut karena dirinya merasa tidak enak badan,” tegas Zidane kepada wartawan usai memimpin Madrid melawan Tottenham di Allianz Arena, seperti yang dikutip dari Goal International.

“Setelah berbincang dengan tim dokter, lebih baik untuk dirinya tinggal di Madrid dan berlatih di sana. Itu saja. Keputusan ini diambil bersama-sama, dengan berbicara kepadanya. Itu saja,” jawabnya kembali.

Masalah Real Madrid Lainnya

Diluar dari kasus Bale, Real Madrid sebenarnya sedang mengalami permasalahan yang jauh lebih pelik dari itu. Mereka gagal menuai satu kemenangan pun dalam empat pertandingan pramusim terakhirnya di semua laga.

Sebelum menghadapi Tottenham, Los Blancos sempat merasakan digulung rival sekotanya, Atletico Madrid, dengan skor telak 3-7. Satu-satunya hasil positif yang mereka raih datang saat bertemu Arsenal, di mana pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2. Lebih tepatnya Madrid menang pada laga tersebut melalui drama adu penalty yang cukup pelik.

Publik pantas untuk merasa khawatir dengan permainan Real Madrid yang tak kunjung padu. Tapi Zidane yakin serangkaian hasil buruk ini akan menampakkan hasil seiring dengan berjalannya waktu kompetisi berlangsung di liga Spanyol nanti.

“Saya selalu berpikir positif,” tambahnya. “Saya tahu ini sulit, kami muncul dari musim yang berat dan Madridistas mungkin tidak memikirkannya, tapi kami punya tim yang bagus,” Ujarnya.

“Kami belum siap, tapi kami akan kembali percaya diri dan bermain serta keluar dari situasi ini. Kami hanya perlu meraih satu kemenangan saja,” tegasnya kembali kepada media.

Skhodran Mustafi Akan Bertahan Di Arsenal!

Mustafi bertekad untuk membuktikan bahwa dirinya masih merupakan salah satu bek yang layak untuk dipertimbangkan. Oleh karenanya, ia membulatkan niat untuk bermain di Arsenal pada musim berikutnya bersama Meriam London.

Transmisi sulit sedang menimpa kehidupan pemain Jerman tersebut di Emirates Stadium. Ia menjadi bahan kritikan sejak lama karena dianggap sebagai salah satu titik kelemahan pada lini pertahanan The Gunners beberapa waktu kebelakang.

Fans The Gunners bahkan sudah jengah dengan keberadaannya. Ia mendapatkan ejekan dari fans timnya sendiri saat bertemu Olympique Lyon dalam laga Emirates Cup akhir pekan lalu. Sejumlah laporan pun mengklaim bahwa sang pelatih, Unai Emery, sudah tak bisa sabar lagi dengan sang pemain.

Mustafi pun dikabarkan akan dijual, walaupun Arsenal saat ini sedang terancam akan kehilangan Laurent Koscielny yang ingin pulang ke Prancis. Salah satu klub yang tertarik untuk menggunakan jasa pria berumur 27 tahun itu adalah AS Monaco klub asal Prancis.

Mustafi Bertahan Untuk Tim

Melihat keadaan saat ini, Mustafi masih mampu untuk laku di pasaran meskipun performanya telah menurun drastis jika dibandingkan dengan masa awal ia di Arsenal dulu. AS Roma pun dikabarkan tengah tertarik dan telah melakukan kontak dengan perwakilan sang pemain bertahan itu.

Namun ternyata Mustafi masih ingin membuktikan dirinya di hadapan penggemar setia The Gunners. Reporter BBC Sport, David Ornstein, melaporkan bahwa sang pemain telah membulatkan tekadnya untuk bertahan di Emirates Stadium.

Sang bek sendiri sebenarnya pernah menegaskan keinginannya itu saat berbicara kepada Kicker belum lama ini. Ia mengaku tak tertarik untuk pergi sebelum kontraknya bersama The Gunners berakhir di tahun 2021 yang akan datang.

“Rasanya aneh jika selalu ada spekulasi mengenai transfer,” ujar Mustafi. “Saya adalah pemain Arsenal dan punya kontrak sampai 2021,” jawabnya.

Pilihan Terbaik Untuk Mustafi

Kondisi di Arsenal bisa lebih buruk lagi jika Mustafi pergi di musim panas ini. Pasalnya, finalis Liga Europa tersebut jarang dikaitkan dengan bek anyar sementara permasalahan utamanya terletak di sektor pertahanan tim.

Dikabarkan Arsenal sudah mendapatkan bek baru dalam diri William Saliba. Tapi pemain muda asal Prancis tersebut tak bisa bergabung langsung karena harus menjalani masa pinjaman selama satu musim di klub sebelumnya, Saint-Etienne klub asal Prancis.

Arsenal juga dikabarkan berpeluang besar mendapatkan bek Glasgow Celtic, Kieran Tierney. Tetapi pemain berdarah Skotlandia tersebut lebih sering beroperasi di sektor sayap ketimbang menjadi pengawal di area 12 pass.

Zidane: Madrid Sudah Bagus, Hanya Kurang Beruntung!

Los Blancos kembali menelan kekalahan pada laga uji coba pramusim. Pelatih Zinedine Zidane mengaku timnya belum siap. Dia merasa Madrid kini butuh kemenangan untuk membangkitkan jati diri Los Blancos.

Hasil pramusim Real Madrid memang tak cukup bagus, jika tidak ingin disebut buruk. Empat laga sudah dimainkan, tiga kekalahan diraih. Satu laga sisa menang adu penalti atas Arsenal tim liga Inggris Preimer League.

Pada laga terakhir, Madrid kalah dengan skor 1-0 atas Tottenham, Rabu 31 Juli 2019 dini hari WIB. Los Blancos kalah pada laga Audi Cup tersebut dari gol Harry Kane yang dicetak pada menit ke-22 akibat kesalahan passing pemain bertahan Madrid.

Zidane menyebut Real Madrid bermain cukup bagus. Tetapi, itu saja masih belum cukup untuk memenangkan pertandingan-pertandingan yang di lakukan skuat asuhannya.

Real Madrid Tidak Ingin Kalah Terus Menerus

Pelatih Madrid Zinedine Zidane coba mengambil sisi positif dari hasil buruk saat kalah dari Tottenham dan laga uji coba pramusim sebelumnya. Walau kalah, pelatih asal Prancis merasa anak asuhnya sudah bermain lebih baik dari laga-laga sebelumnya.

“Saya selalu berpikir positif dan tidak ada siapapun yang akan menghapus apa yang akan kami lakukan tahun ini. Kami menutup satu musim yang sulit dan kami mulai dengan sulit,” ujar Zidane di situs resmi klub.

Menurut Zidane, saat ini hanya ada satu hal yang harus diraih oleh Madrid. Satu hal yang menjadi kekurangan. “Kami hanya kurang meraih satu kemenangan saja,” Tandasnya kembali.

Bermain Dengan Hati

Zidane menegaskan bahwa Madrid juga mengalami kekacauan dengan rangkaian hasil buruk yang terjadi pada sesi pramusim. Namun, dia merasa jika para pemainnya sudah bekerja dengan baik dan menunjukkan progres dari semua aspek yang dimiliki oleh timnya.

“Hari ini kami tampil lebih baik dan kami harus lebih baik hari demi hari. Kami tidak merasa senang dengan kekalahan, tetapi kami lebih baik dalam semua aspek. Itu hal yang positif,” ujarnya.

Selanjutnya, Real Madrid masih akan menjalani satu laga di ajang Audi Cup. Madrid akan berjumpa Fernerbahce pada perebutan posisi ketiga pada hari Rabu tanggal 31 Juli 2019 malam nanti.

Laga Pramusim Buruk Real Madrid, Manchester United Bisa Rugi, Ini Alasannya!

Penampilan buruk Real Madrid pada pramusim sejauh ini disebut bakal membantu Zinedine Zidane mendapatkan target utamanya, Paul Pogba. Zidane jadi bisa meyakinkan klub bahwa Madrid membutuhkan pemain bintang lagi.

Pramusim Los Blancos sejauh ini berjalan buruk. Sergio Ramos dkk. menelan tiga kekalahan pada empat laga sejauh ini, salah satunya kekalahan konyol dengan skor 3-7 dari Atletico Madrid rival se Ibu Kota Spanyol.

Permainan Madrid tidak jauh berbeda dari musim lalu. Mereka masih tampil kurang percaya diri dan tidak bisa menemukan komposisi permainan terbaik. Zidane sendiri mengaku kecewa dengan performa timnya saat laga pramusim berlangsung.

Zidane Inginkan Pogba

Melihat beberapa pekan terakhir, berita burung yang beredar di media spanyol bahwa Madrid-Pogba sudah terdengar luas. Zidane sangat menginginkan gelandang Prancis itu, tapi pihak klub masih ragu-ragu untuk mengabulkan permintaan sang pelatih.

Kini, setelah melihat pramusim buruk Madrid, Florentino Perez mungkin mulai menyadari kekurangan Madrid. Zidane punya alasan kuat untuk mendorong pembelian Pogba untuk menambah ketajaman penyerangan skuat Los Blancos.

“Kabar yang saya tangkap dari Santiago Bernabeu saat ini adalah bahwa Zinedine Zidane masih ingin mendatangkan Paul Pogba,” ujar analis Sky Sports, Dermot Corrigan.

“Dia telah menjadi target utama lini tengah sejak Maret atau April lalu ketika Zidane pertama kali kembali ke Bernabeu, dan dia sudah berbicara kepada publik soal betapa hebatnya Pogba.” Ujarnya kembali.

Zidane Terbantu Karena Performa Buruk Madrid

Manajemen klub sempat meragukan pujian Zidane terhadap Pogba. Madrid cemas Pogba merupakan pemain kontroversial yang sulit tampil stabil. Sayangnya, sekarang Madrid tidak punya pilihan lain selain Pogba.

“Pramusim Madrid sejauh ini sudah membantu Zidane untuk mendorong klub membayar sejumlah uang yang diperlukan untuk mendapatkan Pogba, sebab hasil pertandingan Madrid buruk, performa mereka belum membaik,” tambah Corrigan.

“Khususnya penampakan lini tengah yang membutuhkan tambahan kekuatan, dan Pogba adalah tipe pemain yang bakal cocok dengan baik,” tegasnya kembali.

Varane Tetap Tenang dan Percaya Walau Real Madrid Selalu Kalah

Real Madrid kembali mendapat hasil buruk pada pertandingan pramusim. Kali ini, Madrid kalah dengan skor 1-0 atas Tottenhan pada laga di Audi Cup, Rabu tanggal 31 Juli 2019 dini hari tadi.

Hal ini terjadi setelah pada laga sebelumnya Madrid harus hancur lebur ketika bersua Atletico Madrid. Skuat Zidane itu kalah dengan skor 7-1 pada laga International Champions Cup [ICC] 2019.

Madrid sebelumnya juga hanya mampu menang adu penalti saat melawan The Gunners tanggal 24 Juli 2019 dan kalah dari Bayern Munchen tanggal 21 Juli 2019. Tiga kali dan sekali menang lewat adu penalty yang cukup sengit.

Ketika melihat pertandingan itu hanya pertandingan pramusim, hasil itu membuat fans Madrid gelisah. Tetapi, bek Raphael Varane justru tetap percaya dengan potensi yang ada di tim sebesar Real Madrid.

Varane Menilai Madrid Akan Berubah

Varane tidak mengindahkan jika selama ini Real Madrid belum meraih hasil bagus di laga pramusim. Akan tetapi, dia merasa tidak perlu ada kepanikan yang berlebih. Hasil bagus akan segera datang ke pelukan Real Madrid.

“Kami selalu ingin menang, tetapi kami sedang bekerja untuk itu dan saya yakin dengan pekerjaan kami,” ujar Varane dikutip dari situs resmi klub.

“Perlahan-lahan kami tumbuh dan mengambil sensasi, harus tenang dan yakin dengan kerja keras kami. Saya yakin hasilnya akan ada. Secara individual kami masih membuat kesalahan teknis, tetapi hal itu akan diubah,” tambahnya kembali.

Varane kemudian mengenang apa yang terjadi pada tahun 2017 silam. Real Madrid juga meraih hasil buruk pada laga pramusim. “Semua orang tahun bahwa saat tim Madrid memulai kompetisi, itu hal yang berbeda,” Ujarnya kepada media.

Kemajuan Sudah Signifikan

Melihat kekalahan ketika berjumpa Tottenham, Varane menyebut bahwa Real Madrid sudah melakukan banyak hal positif. Namun, mereka memang harus lebih fokus lagi agar segera meraih hasil yang bagus.

“Kami memusatkan perhatian kami dalam target dan saya yakin kami akan lebih baik dan menerapkan ide-ide permainan kami di lapangan. Secara fisik, kami juga bekerja dengan sangat baik,” ujar sang pemain.

Selain belum juga mendapat hasil bagus, Madrid juga mendapat kabar buruk yakni cedera pemain di laga pramusim. Ada nama Thibaut Courtois, Ferland Mendy hingga Marco Asensio yang mengalami cedera selama pramusim berlangusng.